Warta Harian Kita -Denpasar - Pemerintah Jepang mengalokasikan
dana bantuan sosial sekitar 20 juta yen atau sekitar Rp2 miliar per tahun untuk
membangun proyek kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bali, seperti dilansir laman okezone.com
"Oleh karena jumlah
personel kami sedikit, maka setiap tahunnya satu sampai dua proyek di
Bali," kata Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Noboru Nomura, Selasa
(1/3/2016).
Menurut dia, satu proyek
bantuan sosial itu dianggarkan di bawah 10 juta yen yang disebutnya sebagai
bantuan grassroot.
Konjen Jepang kemudian
mengajak para awak media di Denpasar untuk meninjau langsung beberapa proyek
yang didanai dari negeri sakura itu.
Proyek bantuan sosial
tersebut di antaranya bantuan ruang kelas bagi penyandang disabilitas di
Yayasan Senang Hati yang berdiri di Desa Siangan, Kabupaten Gianyar yang
diresmikan pasa 27 Juni 2014.
Di yayasan itu, Jepang
menghibahkan USD36 ribu untuk pembangunan gedung dengan empat ruangan yang
digunakan sebagai tempat belajar dan mengasah keterampilan.
Di yayasan yang didirikan Ni
Putu Suriati itu, puluhan penyandang disabilitas diajarkan bahasa Indonesia dan
Inggris, komputer, mengasah keterampilan menjahit, seni musik, melukis hingga
membuat kerajinan tangan.
Negeri kekaisaran itu juga
memberikan bantuan senilai USD112.607 untuk hibah satu unit mobil pemadam
kebakaran dan satu unit mobil penyelamatan untuk Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Gianyar yang diserahkan pada 23 April 2013.
Mobil pemadam kebakaran itu
kemudian ditempatkan di Pasar Ubud, Gianyar.
Bantuan grassroot atau
bantuan dana di bawah 10 juta yen tersebut dinilai lebih cepat dan mudah
diberikan ke setiap kantor perwakilan di seluruh dunia termasuk di Indonesia
karena proses birokrasi yang lebih cepat.
Dia menjelaskan apabila
bantuan di atas 10 juta Yen maka prosesnya akan lebih lama.
"Kalau melewati 10 juta
yen, kami harus mendapat persetujuan dari Kementerian Luar Negeri, parlemen dan
Departemen Keuangan. Kalau proposal ke Indonesia, maka harus masuk ke Bappenas
lalu ke Setneg. Itu memakan waktu lebih lama," imbuh diplomat jebolan
Fisipol Universitas Indonesia tahun 1978 itu.
Diplomat yang satu almameter
bersama dengan almarhum komedian Dono dan Kasino itu menambahkan bahwa untuk di
tingkat kedutaan, negaranya mengalokasikan 10 proyek per tahun.
Sedangkan untuk Konjen
Surabaya, pihaknya mengalokasikan lima proyek per tahun.
Untuk Indonesia keseluruhan,
kata dia, Jepang mengalokasikan rata-rata 20 proyek beragam di sejumlah daerah.
Sumber : Okezone.com
