Ada karyawan yang banyak bekerja namun teracuhkan. Ada karyawan
yang sedikit bekerja, tapi sering mendapat promosi hanya karena dia mampu
mengambil hati atasan Anda.
Semoga situasi ini tidak terjadi di kantor Anda. Sebab, tentunya
hal ini sangat berpotensi menyurutkan motivasi kerja siapapun yang
mengalaminya.
Tidak dapat dimungkiri bahwa dari masa ke masa, cerita klasik
seputar dilema seperti kondisi kantor tersebut di atas masih saja terjadi dalam
proses menjalani sebuah jenjang karir.
Persaingan adalah hal yang wajar dan tidak bisa dihindari dalam
proses Anda berkarir.
Kunci dalam membuat keputusan promosi yang bisa menciptakan suasana
persaingan sehat di kantor adalah penilaian yang objektif. Bukan berdasarkan
siapa (subjek) melainkan berdasarkan apa yang telah dan bisa dicapai (objek)
dalam posisi tertentu.
Namun, bagaimana jika kondisinya berulang kali Anda menorehkan
prestasi, tapi seolah tidak berpengaruh apapun. Sementara rekan kerja
yang berkali-kali Anda selamatkan dari gagal deadline malah
memperoleh promosi berarti dari atasan Anda?
Dalah sebuah perusahaan, tentunya banyak tipe dan karakter
karyawan.
Salah satunya adalah orang yang termasuk dalam tipe internal danavoider, yaitu
individu yang lebih dominan melakukan refleksi diri daripada melakukan
konfrontasi langsung, untuk membela diri secara frontal jika terjadi hal-hal
yang tidak seharusnya di kantor.
Ciri-ciri yang dengan mudah tercermin dalam tulisan tangannya
adalah sebagai berikut :
Kombinasi indikator tulisan tangan :
- Strong picture of space (Penataan spasi antar baris tertata rapih tidak bertabrakan)
- Close i-dot (semua titik pada huruf i terisi lengkap dan berjarak dekat dengan batang huruf)
- Vertical Slant (arah tulisan tangan tegak lurus)
- Legible writing (tulisan tangan bisa terbaca dengan sangat jelas )
- Arcade writing (bentuk huruf m & n bulat seperti payung)
Jika Anda memiliki kombinasi indikator tepat seperti tanda-tanda di
atas maka Anda termasuk tipe internal dengan kekuatan bekerja secara
terstruktur, rapi, dan detail.
Hal yang dapat dilakukan agar hasil kerja Anda tetap terlihat tanpa
perlu menjual diri secara berlebihan kepada atasan adalah :
- Pastikan Anda membuat timeplan atau timetable untuk setiap tugas yang didelegasikan kepada Anda
- Catat kapan tepatnya Anda berhasil menyelesaikan semua tugas yang didelegasikan tersebut
- Buat review secara berkala bagaiman kinerja Anda setiap bulan terkait tanggungjawab profesi dan pencapaian Anda
- Komunikasikan secara positif hasil “rekam jejak” kinerja Anda di kantor tersebut pada atasan Anda di kesempatan evaluasi performance.
Salah satu
cara positif yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengucapkan terima kasih
kepada atasan karena telah bersedia membimbing Anda untuk memenuhi
tanggungjawab profesi dengan baik sehingga Anda pun berhasil membuat rekam
jejak karir yang positif. (Deborah Dewi)
(Zeet/Whk)
sumber:kompas.com