WhK - Sampai saat ini, belum
ada riset yang mampu menjelaskan kenapa seseorang mengalami orientasi seksual
seperti lesbian, gay, dan biseksual. Psikolog Roslina Verauli menjelaskan
terkait hal tersebut seperti dilansir di halaman okezone.com (23/2/2016), sebagai berikut :
Bila dilihat dari sisi
biologis beberapa individu tertentu bisa mengalami penyimpangan seksual karena
ada perbedaan ukuran sebuah area kecil di hypothalamus depan pada otak.
Hal ini menurut riset
memengaruhi perilaku seksual. Area tersebut lebih kecil pada pria gay
dibandingkan pria heteroseksual.
Lantas, apakah ini bisa
dikatakan bawaan dari lahir atau tidak? Hal ini belum bisa terjawab karena
belum ada studi yang mendasar, meskipun tak sedikit yang mengakui sudah
mengalaminya sejak Sekolah Dasar hingga remaja.
Beberapa teori ada pula yang
mengacu pada faktor-faktor Psikososial, mulai dari masalah-masalah emosional
terkait pengalaman cinta masa lalu, baik dengan orangtua maupun cinta-cinta
romantis saat remaja, hingga pengasuhan orangtua.
“Dari sejumlah profil klien
gay, umumnya mereka merupakan anak lelaki yang memiliki penghayatan negatif
tentang ayahnya, absennya figur ayah, hingga termasuk tentang relasi intim ayah
dan ibunya. Namun, secara berlebihan memiliki kelekatan dan kedekatan yang
tinggi pada figur ibu dengan profil yang relatif dominan,” ungkap Verauli
kepada Okezone belum lama ini.
Penyebab lainnya juga bisa
karena pernah mengalami pelecehan dan paksaan seksual oleh orang dewasa
berjenis kelamin sama di usia anak-anak. Sehingga, ketika remaja, saat fantasi
seksualnya aktif, ingatan dan pengalaman seksual sejenis dari masa lalu
membayangi. Mereka mengira, aktivitas seksual tersebut yang membangkitkan
gairah.
Terakhir, Verauli
menambahkan, pengaruh faktor lingkungan pertemanan juga memengaruhi orientasi
seksual. Namun, belum ada satu pendekatan pun yang dapat memberikan uraian
meyakinkan untuk dapat dianggap sebagai faktor penyebab.
Sumber : okezone.com