![]() |
| Doc. Photo Warta Karian Kita |
Warta Harian Kita - Selasa, 16/2/2016
JAKARTA-
Setekah aksi honorer selama 3 hari (10-12/2/2015 ) lalu, tang Warta Harian Kita
Kutip dari jpnn.com bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi memberikan penawaran kepada para honorer
K2.
Mereka
disarankan untuk mengikuti seleksi CPNS dari jalur umum bagi yang berusia di
bawah 35 tahun. Sedangkan di atas 35 tahun, mengikuti seleksi pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
"Untuk
sementara ini, hanya dua jalur itu yang bisa saya tawarkan kepada honorer K2.
Jalur lain tidak bisa karena ada UU ASN yang melarang pengangkatan PNS secara
otomatis," terang Yuddy usai rakor ASN instansi pusat di Kantor
KemenPAN-RB, Selasa (16/2).
Adanya
perekrutan tenaga kesehatan dan guru untuk wilayah 3T (terdepan, terluar,
terisolir) menjadi kesempatan bagi honorer K2 untuk menjadi PNS. Tahun ini
pemerintah berencana mengangkat 42 ribu tenaga bidan desa PTT, bidan/perawat
honorer, dokter PTT dan 3.500 guru 3T.
"Ini
salah satu solusi bagi guru honorer dan tenaga kesehatan honorer yang ingin
menjadi PNS. Silakan ikut proses rekruitmennya," tandasnya.
Dia
menambahkan, tidak mungkin pemerintah mengangkat 439 ribu honorer K2 menjadi
PNS. Di samping tidak adanya anggaran, payung hukumnya pun tidak ada. (esy/jpnn)
